Profil Izara Aishah Menantu Siti Nurhaliza Yang Berselisih dengan Lesti Kejora

Inilah profil Izara Aishah menantu Siti Nurhaliza yang viral. Simak fakta kehidupan pribadi, perjalanan karier, hingga momen saling memaafkannya.

Gejolak kabar dari panggung selebritas antarnegara mendadak menyita perhatian publik setelah munculnya perselisihan tak terduga di balik megahnya sebuah konser musik. Penasaran masyarakat membuncah ketika mengetahui bahwa dinamika emosional ini melibatkan sosok figur publik kenamaan.

Sorotan luas masyarakat kini tertuju pada ulasan profil Izara Aishah menantu Siti Nurhaliza yang sempat melontarkan kritik terbuka di media sosial. Publik merasa perlu memahami lebih jauh latar belakang sosok aktris Malaysia tersebut beserta kronologi lengkap hingga terciptanya momen perdamaian.

Kejadian di ruang VIP tersebut menjadi pelajaran berharga mengenai pentingnya menjaga keharmonisan komunikasi di tengah hiruk-pikuk industri hiburan.

Biodata Izara Aishah

Sosok aktris papan atas asal negeri jiran ini memiliki nama lengkap Izara Aishah Hisham. Perempuan berparas jelita tersebut lahir pada 28 September 1992 di Kampung Bakar Batu, Johor Bahru, Johor, Malaysia. Ia bertumbuh sebagai anak sulung dari tiga bersaudara dalam keluarga yang hangat. Kehidupan masa kecilnya dihiasi oleh keberagaman latar belakang budaya yang cukup unik.

Ia memiliki garis keturunan darah campuran Melayu dari sang ayah serta Pakistan dari pihak ibu. Keberagaman warisan genetik tersebut memberikan daya tarik tersendiri bagi penampilan fisiknya sejak usia muda. Pendidikan tingkat menengah diselesaikannya di Sekolah Menengah Kebangsaan Seri Hartamas, Kuala Lumpur. Ia kemudian melanjutkan jenjang pendidikan tinggi ke Sunway University di Bandar Sunway, Selangor, hingga berhasil merayakan kelulusan dan meraih gelar diploma seni pertunjukan.

Dalam ranah kehidupan rumah tangga, ia resmi dipersunting oleh Muhammad Adib Jiwa atau Adib Khalid pada 17 November 2017. Sang suami merupakan putra tiri dari penyanyi legendaris Siti Nurhaliza hasil pernikahan dengan Dato’ Sri Khalid bin Mohamad Jiwa. Ikatan pernikahan tersebut secara otomatis menempatkan dirinya sebagai bagian dari keluarga besar sang diva kenamaan Asia Tenggara.

Berikut adalah rincian identitas diri serta latar belakang sang aktris:

  • Nama lengkap Izara Aishah Hisham.
  • Tanggal lahir 28 September 1992 di Johor Bahru Malaysia.
  • Garis keturunan darah campuran Melayu dan Pakistan.
  • Pendidikan diploma seni pertunjukan di Sunway University.
  • Pasangan hidup Muhammad Adib Jiwa sejak tahun 2017.

Perjalanan Karier Industri Hiburan

Langkah awal sang aktris dalam meniti karier di dunia hiburan dimulai saat mengikuti ajang pencarian bakat populer Dewi Remaja edisi 2009/2010. Dalam kompetisi bergengsi tersebut, bakat serta pesonanya berhasil mengantarkannya meraih posisi runner-up. Pencapaian berharga itu menjadi batu loncatan utama untuk membuka pintu peluang di industri hiburan Malaysia.

Sejak saat itu, wajahnya mulai menghiasi berbagai judul serial televisi hingga tawaran membintangi film layar lebar. Debut perdananya di industri layar lebar dimulai lewat film komedi horor berjudul KL Zombi pada tahun 2013. Penampilan impresifnya di depan kamera membuat berbagai rumah produksi makin berminat mempercayakan peran penting kepadanya.

Karier beraktingnya makin meroket setelah terlibat dalam sejumlah produksi film populer lainnya. Beberapa karya layar lebar yang pernah dibintanginya antara lain Sejoli: Misi Cantas Cinta pada 2014, Pilot Cafe pada 2015, Sinaran pada 2015, J Revolusi pada 2017, serta Kau Yang Satu pada 2017. Selain aktif berkiprah sebagai seni peran, ia juga dikenal luas sebagai model profesional serta bintang iklan untuk berbagai merek ternama.

Berikut adalah deretan rekam jejak karier di dunia hiburan:

  • Pencapaian runner up ajang pencarian bakat Dewi Remaja.
  • Debut akting film layar lebar melalui KL Zombi.
  • Peran penting pada film Sejoli Misi Cantas Cinta.
  • Keikutsertaan dalam produksi film aksi J Revolusi.

Awal Mula Perselisihan VIP

Perselisihan yang menyita perhatian publik ini bermula ketika pedangdut asal Indonesia, Lesti Kejora, hadir sebagai bintang tamu spesial dalam konser megah Siti Nurhaliza di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada 17 Oktober 2026. Lesti hadir didampingi suaminya, Rizky Billar, serta putra sulung mereka, Muhammad Levian Al-Fatih Billar atau Abang L. Ketegangan berawal dari pengalaman tidak menyenangkan yang dirasakan oleh sang aktris saat berada di area VIP.

Melalui akun Threads pribadinya @izaraaishaofficial, ia menuliskan rasa kecewanya secara terbuka terhadap sikap orang-orang yang mendampingi penyanyi Indonesia tersebut:

“Lesti kejora.Your team was rude dan jenis memilih nak bertegur dengan Siapa. Kalau orang tu famous atau vip baru nak baik.”

Ia menjelaskan bahwa dirinya serta para asisten sempat menyambut putra Lesti di ruangan mereka agar tidak merasa jenuh selama acara berlangsung:

“My room was in the same area with my mother in law which no one was allowed to enter even u ; but we welcomed your son in and took care of your son in our room with my helpers so that your child is in good hands and at least inot bored terperap dalam bilik kamu.”

Ia menambahkan bahwa anak-anak di ruangan tersebut turut menghibur Abang L, namun ia merasa mendapat respons sinis seusai konser:

“Putriku, Afiyah, Afwa, dan Ara ada di sana untuk menghiburnya. Setelah konser, ketika aku bertemu tim kamu, aku bertanya—apakah putramu baik-baik saja? Tim kamu itu melirik tajam/sinis ya ke aku. Yang pria saja yang menjawab dengan baik, tetapi pada saat yang sama, yang lainnya memandang dengan sangat sombong ya),”

Ia menutup unggahannya dengan menilai adanya perubahan sikap dari rombongan setelah mengetahui status kekeluargaannya:

“Kalian baru bersikap baik kepadaku setelah tahu kalau aku adalah menantu Dato’ Siti. Memang dari awal semuanya sombong, sama sekali tidak menyapa dan memilih-milih kepada siapa harus bersikap sopan,”

Klarifikasi Resmi Pihak Lesti

Merespons tudingan yang beredar luas di media sosial, Rizky Billar memberikan tanggapan tegas pada Selasa (20/10/2026). Ia meminta agar identitas orang yang dimaksud dipastikan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian:

“Mengatakan tim kami tidak punya etika atau adab? Anda bisa verifikasi bahwa itu benar tim saya atau teman saya yang saya invite?”

Billar juga membeberkan adanya dugaan perlakuan kurang menyenangkan dari pengawal pribadi pihak lawan terhadap putranya:

“Sebelum Anda menjudge tim orang lain, tolong beri tahu tim Anda, bodyguard Anda itu… lain kali kalau ada anak kecil mendekat ke Anda tidak perlu menegur dengan kasar terhadap anak kecil dengan ketus sambil bilang ‘Don’t touch!’,”

Ia menegaskan pentingnya menjaga kesopanan kepada siapa saja tanpa membedakan status:

“Bukan cuma Anda saja yang punya bodyguard. Saya juga dari anak saya kecil sudah dibekali pengawal… Tapi saya selalu TEKANKAN ke mereka untuk tetap bersikap baik terhadap SIAPAPUN,”

Tak lama kemudian, Lesti Kejora turut memberikan penjelasannya secara santun melalui unggahan balasan:

“Assllamualaikum wr.wb Hi ka @izaraaishahofficial. Pertama-tama saya ingin berterima kasih atas ketulusan dan kebaikan Kakak, yang sudah memperhatikan anak saya dengan begitu baik selama konser berlangsung,”

Lesti meluruskan bahwa sosok yang dimaksud bukanlah bagian dari manajemen resminya:

“Saya ingin sedikit meluruskan dikarenakan saya tidak ada di tempat kejadian. Sejauh yang saya pahami dan saya dengar, kejadian yang dimaksud bukan melibatkan tim saya, melainkan salah satu kerabat yang saya undang untuk hadir dan ikut memberikan dukungan saat saya mendapat kesempatan menjadi bintang tamu di konser tersebut,”

Ia menceritakan kesalahpahaman yang terjadi saat kerabatnya menggendong sang anak hendak berfoto:

“Saat itu, anak saya digendong oleh kerabat saya ketika hendak berfoto bersama Dato’ Siti. Saat hendak masuk, ada larangan dari salah satu petugas pengamanan yang disampaikan dengan nada cukup keras kepada anak saya untuk tidak menyentuh Kaka @izaraaishahofficial (karena mungkin ketidakfahaman). Dan kerabat saya terkejut dengan kata-kata tersebut,”

Atas ketidaknyamanan yang terjadi, Lesti menyampaikan permohonan maaf secara tulus:

“Saya secara pribadi ingin memohon maaf apabila kejadian tersebut membuat kurang nyaman. Sungguh, tidak pernah ada niat dari saya maupun orang-orang yang hadir mendukung saya bersikap tidak sopan atau tidak menghargai siapa pun,”

Ia merasa bangga bisa terlibat dalam konser musisi idolanya dan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi:

“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa mendapatkan kesempatan istimewa dari Dato’ Siti Nurhaliza beserta seluruh tim untuk menjadi bagian dari konser yang begitu megah. Bisa tampil bersama Dato’ Siti merupakan salah satu impian besar saya dan momen yang sangat berarti dalam perjalanan karier saya. Terima kasih juga atas apa yang Kakak sampaikan,”

Ia mengakhiri keterangannya dengan penuh kelapangan dada:

“Saya menerimanya dengan hati terbuka sebagai pembelajaran untuk terus memperbaiki diri dan menjadi lebih baik ke depannya,”

Permohonan Maaf Secara Terbuka

Mendengar penjelasan langsung serta permohonan maaf yang disampaikan secara tulus oleh Lesti Kejora, sang aktris akhirnya memilih untuk menghapus seluruh utasan kritiknya di media sosial. Ia menyadari kekhilafannya yang menegur orang lain secara terbuka di ruang publik hingga berpotensi memicu dampak negatif.

Melalui akun Threads pribadinya, ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Lesti:

“Dengan ini, Lesti, saya memohon maaf atas adab saya yang tidak sempurna menegur secara terbuka sehingga mungkin menimbulkan kesedihan atau lebih buruk lagi, mengganggu mentalmu, Lesti,”

Ia menjelaskan alasan di balik penghapusan unggahan lamanya agar tidak makin memperkeruh suasana:

“Mengapa saya menghapus pernyataan pribadi saya tentang tim Lesti? Karena sudah terlalu banyak yang salah paham dan juga terseret pihak-pihak yang tidak berkaitan),”

Ia merefleksikan diri atas tindakan impulsif yang dilakukannya di media sosial:

“Menegur adab orang lain tetapi lupa adab sendiri saat mengetik di media sosial. Lupa juga bahwa adab itu bukan hanya dari perbuatan saat berhadapan langsung dengan seseorang, tetapi juga adab di media sosial,”

Ia menyadari kekhilafan tersebut dan berharap hubungan silaturahmi dapat terjalin kembali dengan baik:

“Saya menyadari ini adalah dosa dari saya terhadap kamu karena saya teringat sesungguhnya ketika menegur seseorang hingga orang itu merasa tersinggung walau sedikit saja, itu nilainya lebih besar daripada kesalahan yang dilakukan orang yang ditegur tersebut. Saya berharap suatu hari nanti kamu akan memaafkan saya, insya Allah),”

Momen saling memaafkan ini menandai berakhirnya perselisihan antara kedua belah pihak secara damai dan bermartabat.